Denah FE


PKKMB Day 3

Hari yang cukup membahagiakan, akhirnya saya 100 persen membawa barang yang diusurh bawa dan tidak ada yang kurang dan yang lebih

Toleransi Itu Indah

Saya Abid Rabbulizat dari fakultas ekonomi jurusan manajemen UNESA kelompok 15 Nicholas Kurniawan. Saya disini sedang melaksanakan PKKMB dan saya bertemu banyak sekali teman dari bermacan macan daerah, bermacam macam agama, bermacam macam budaya dan bahasa.

PKKMB - Day 2

Lagi lagi... Hari yang kurang beruntung bagiku, gara-gara secuil warna hitam di kaos kaki,hukuman terjadi lagi... Berdiri
"Deskripsikan dan jelaskan sejarah dan sepak terjang salah satu tokoh Ekonomi indonesia"
Yasudahlah kalau sudah kena jalani saja.. tapi lagi lagi hukumannya bukan menggunakan fisik tapi melatih mental dan keberanian kita sebagai calon mahasiswa, mulai dari disuruh memimpin Sumpah mahasiswa Indonesia, buruh tani, dll

Setelah hukukan beralihlah ke acara selanjutnya yaitu Upacara dan Materi sampai sore

PKKMB - Day 1

Dear Diary,

Hari ini adalah hari yang melelahkan sampai sampai harus minum obat pusing biar nggak sakit. Kena hukuman juga, karena ID Card Peserta dan ID Card Tas dibawah temen, ya salahku sendiri sih... karena kan itu tanggung jawab pribadi, lupa juga aku bawa hp.. padahal peraturannya nggak boleh.. Hari yang sangat melelahkan beneran.. Jam 05.15 datang untuk mengambil keperluan yang dibelikan sama kelompok dan yang kurang cuma ID Card tadi... masuk dengan hati yang sudah siap di hukum karena memang salah dan memang kesalahan fatal... tas semua di periksa dan al hasil menulis pelanggaran. kena hukuman deh. tapi ya itu konsekuensi kita karena memang salah.. tapi bagusnya kita jadi dapet ilmu baru dari kakak tingkat, kita diberikan ilmu tentang apa itu displin, sopan santun, kejujuran dan pastinya membantu kita untuk mengenalkan "ini loh mahasiswa, kalian sudah bukan siswa lagi!", stelah dihukum kami melangsungkan upacara PKKMB lalu dilanjut materi di auditorium sampai sore, setelah sore hari, blerrr... dipanggil lagi yang melanggar dongg... tapi ya emang kitanya yang salah... hehe tapi seru banget kok PPKMB FE UNESA ini. Karena FE UNESA adalah Macannya UNESA..!!

Nicholas Kurniawan


Layaknya anak muda inspiratif lainnya, Nicholas Kurniawan membuka pintu kesuksessannya sebagai pedagang ikan hias bukan dari warisan keluarganya, namun dengan kerja keras, kerja cerdas dan tentu saja ada “key point” pendorong dia untuk sukses.

Nicholas Kurniawan, lahir dari keluarga sederhana yang sejak kecil terbiasa dengan kehidupan tidak mudah, kegagalan dan kesulitan. Dalam keterbatasan ekonomi keluarga. Awal kisah kesuksesannya dimulai semenjak ia berada dibangku kelas 2 sekolah dasar (SD). Semenjak SD dia telah membuktikan bahwa dia sangat memiliki jiwa seorang pembisnis, dibuktikan dengan ia membantu ibunya dengan menjual kue di dalam sekolah. Mulai dari jualan kecil-kecilan inilah, antusiasme Nicholas terbangun buat mencoba-coba berbagai macam usaha.

Ditengah keluarga yang serba kekurangan, Nicholas sebenarnya anak yang cerdas dan berbakat. Menjadi lulusan terbaik di SD Santa Maria Djuanda, meraih nilai tertinggi matematika sejak SMP hingga SMA kelas 1, dan aktif dalam kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler membuat Nicholas dikenal luas dikalangan teman-temannya.

Lulus dari SD nyatanya nggak bikin Nicholas Kurniawan berhenti jualan. Di masa SMP-nya Nicholas pernah berdagang jersey bola. Prinsip yang dia pegang, bisa membantu orang tua membiayai sekolah sendiri, apapun yang menghasilan asalkan halal dan bisa dijual akan dia jual.
Malahan, pria kelahiran 1993 ini pernah menawarkan asuransi. Nicholas juga pernah ikut-ikutan jualan produk dengan multi-level marketing alias MLM. Namun, usaha-usaha yang dijalankan tersebut gak ada satu pun yang awet alias mati sebelum berkembang.
Awal mula kisah sukses Nicholas berawal dari kebetulan. Dalam bisnis faktor kebetulan bahkan keberuntungan sekalipun hampir selalu menghampiri orang yang siap, sehingga tidak ada orang sukses yang datang tiba-tiba, begitupun awal sukses Nicholas di bisnis ikan hias.

Saat Nicholas duduk di bangku SMA kelas 2 , salah seorang teman baiknya memberikan sepaket ikan Garra Rufa, ikan yang biasanya banyak dijumpai di mall untuk terapi. Entah apa tujuannya, walaupun temannya tahu, Nicho bukanlah orang yang suka memelihara ikan. Kisah sukses ternyata berawal dari sini.

karena ia merasa ikan tersebut tidak terlalu berguna baginya, ia pun iseng mencoba menjualnya di Forum Jual-Beli di Kaskus. Hanya dalam hitungan jam, ikan yang ia tawarkan berhasil terjual dan masih banyak orang yang menawarnya. Melihat dari respon luar biasa dari pembeli, ia kemudian mempelajari lebih dalam tentang ikan ini. Kemudian ia tidak lupa bertanya pada temannya dari mana ia mendapatkan ikan tersebut. Dari situ ia mendapatkan supplier untuk ikan Garra Rufa yang menjadi awal mula kesuksesannya

Motivasi kuat agar bisa kuliah di Prasetiya Mulya Business School telah mendorong kreativitas dan keberanian Nicholas untuk “naik kelas” dari pedagang ikan hias mencoba menjadi eksportir ikan hias. Dunia ekspor merupakan ilmu baru bagi Nicholas.

Dunia ekspor ternyata rumit pada awalnya. Butuh usaha ekstra untuk mendalami seluk beluk cara mempromosikan bisnis, media iklan yang digunakan, mencari supplier yang baik hingga informasi tentang shipment agent termasuk didalamnya segala dokumen untuk keperluan ekspor harus dikuasai dengan baik dan juga paham alur proses yang dijalankan.

Layaknya anak muda yang melek teknologi, Nicholas memasarkan ikan hiasnya melalui website yang ia bangun dengan nama Tropical Fish Indonesia. Tropical Fish merupakan kata kunci populer bagi penggemar ikan berburu produk ikan di dunia maya.
Nicholas menyadari, makin besar skala usaha dan promosi yang dia lakukan harus didukung suplier yang baik agar arus pesanan pembeli bisa tercukupi sesuai pesanan. Ratusan praposal kerjasama dia tawarkan, dan setelah sekian lama berusaha membangun kepercyaan, banyak pemasok dari sejumlah penangkar di Pulau Jawa, Kalimantan hingga Papua menjadi mitranya.

Kesuksesan yang tercipta dan terpola dari jerih lelah dan kerja keras, membawa Nicholas Kurniawan dinobatkan sebagai peraih juara satu Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2013 dan dikenal sebagai eksportir ikan hias sukses termuda di Indonesia. Venus Aquatics adalah brand yang diusung oleh Nicholas dalam menembus ketatnya pasar ekspor dunia yang membuat dia sukses meraup omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya dari bisnis ikan hias.


Langkah Pertamaku


Dear Diary,

Jumat, 9 Agustus 2019 - Perkenalkan, Saya Abid Rabbulizat. Hari ini adalah hari baruku melangkah menjadi bagian dari Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Semua bermula dari pukul 04:00 WIB aku terbangun mulai menatap langit langit kamar, terbangun. dan aku mulai bergegas untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari FE UNESA 2019.

Pukul 05:30 WIB sampailah saya ke dalam Fakultas Ekonomi, hal pertama yang saya lakukan adalah menunggu teman saya didepan Fakultas Ekonomi, namanya aja anak baru ya wkwk pasti nunggu temen baru dulu tuh wkwk

Pukul 06:00 WIB kami mulai diarahkan untuk menuju sebuah titik perkumpulan para mahasiswa baru dimulai dari registrasi per kelompok, bernyanyi bersama, bermain bersama, hingga bercanda bersama, seru deh pokoknya

Sekitar pukul 07.30 WIB kami melakukan kegiatan semacam apel pembuka untuk membuka PRA PKKMB kita.

Setelah kegiatan itu entah, aku sudah tidak terpaku lagi melihat jam tanganku, apa mungkin karena acara ini sangat seru? hingga aku lupa melihat jam tanganku?

Waktu berjalan berlalu begitu saja, Kemudia kami dikumpulkan sesuai kelompok, Saya tergabung di kelompok 15 yaitu kelompok "Nicholas Kurniawan" yang di bimbing langsung oleh Kak Bimbi yang ramah dan baik hati. Kak Bimbi mengajak kami untuk melihat kampus FE UNESA mulai dari Perpus, Galleri hingga ruang belajar mengajar di FE.

Waktu berjalan begitu cepat.. hingga akhirnya Adzan Jum'atan berkumandang, kami kaum Adam yang beragama muslim bergegas menuju Masjid Telkom untuk melaksanakan Shalat Jumat.

Pukul 13:00 WIB kami berpindah diri dari ruang belajar mengajar ke Auditorium FE untuk diberikan info-info dari kelas Internasional yang dibuka untuk MABA di semester 1, jurusan dan prodi yang ada di FE, dan pastinya barang bawaan untuk PKKMB senin besok.

Pukul 14:00 WIB seluruh rangkaian acara PRA PKKMB telah selesai.

Sungguh hari ini adalah hari yang tidak bisa saya lupakan dan bisa dibilang salah satu kenangan terindah dan yang akan selalu saya rindukan kembali. Terima kasih untuk teman-teman kelompok 15 dan teman-teman di FE pada umumnya dan kakak-kakak pendamping maupun panitia PKKMB FE UNESA 2019.